adpolkiyu74sd 04/03/2021

www.bluegrass-museum.orgBerbagai batu akik Yang namanya mulai menghilang. Pada 2015, popularitas batu akik baru saja dimulai. Di Indonesia, batu akik sangat populer saat itu, dan banyak orang berbondong-bondong mendalami bisnis batu akik karena permintaan yang tinggi dan keuntungan yang besar.

Tapi segera, bahkan hari ini, pamor batu akik tampaknya berangsur-angsur menghilang. Tidak banyak orang yang berkecimpung dalam bisnis batu akik. Seiring popularitas batu akik di Indonesia yang semakin menurun, hasil yang didapat pun semakin menurun.

Di Indonesia sendiri terdapat berbagai jenis batu akik yang digemari para kolektor. Kalau masih eksis harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Ada berbagai macam batu akik di seluruh Indonesia. Ada beberapa jenis batu akik, dan merupakan permata khas di daerah tertentu. Batu akik jenis ini memiliki keunikan dan mitologi tersendiri.

Berikut ini adalah jenis dan nama batu akik yang sudah ada di Indonesia. Batu akik ini dibandrol dengan harga yang berbeda-beda sesuai dengan jenis dan keunikannya.

  1. Batu Bacan

Masih diburu para kolektor. Batu bakken sering juga disebut giok Indonesia. Batu ini merupakan batu yang paling diminati, apalagi saat trend batu akik sedang populer. Nama ilmiah batu ini adalah Krisokola. Para pecinta batu akik memiliki permintaan yang tinggi akan jenis batu bacan termahal.

Nama Bacan diambil dari nama pulau tempat jual beli batu yaitu Pulau Bacan yang terletak di Kabupaten Halmahera Selatan di Maluku Utara. Dahulu, batu permata ini merupakan perhiasan penting pada masa Kesultanan Bacan, Jailolo, Tidore dan Ternate.

Baca Juga: 20 kendaraan Berkecepatan Tinggi

Saat ini, batu permata bacan masih banyak diperdagangkan. Bahkan batu permata jenis bacan termahal pun masih diburu oleh para kolektor. Batu bacan termahal tidak pernah pudar. Harga batu permata Bacan paling mahal bisa mencapai puluhan juta rupee.

Batu Bacan Doko

Batu bacan doko ini berasal dari nama desa tempat ditemukannya batu tersebut, yaitu desa doko di kepulauan kasiruta di halmahera, maluku utara. Batu Doko Bacan memiliki warna yang cerah, dari transparan hingga hijau tua.

Jenis batu bacan yang paling mahal disebut juga “batuan hidup” karena kemampuannya dalam menyerap energi sekitarnya. Setelah digunakan atau disimpan dalam waktu lama, permata ini akan berubah menjadi hijau tua. Saat mendekati emas atau perak, warna batu ini juga akan berubah. Banyak orang yang percaya bahwa warna batu ini membawa ketenangan bagi siapa saja yang pernah melihatnya. Dilihat dari kualitasnya, batu ini bisa bernilai ratusan juta rupiah.

Batu Palamea Bacan

Batu Bacan Palamea berasal dari nama desa tempat penggalian batu pertama kali yaitu Desa Palamea di Kepulauan Casiruta. Batu Palamea Bacan memiliki keunikan tersendiri. Batu bacan palmea berwarna biru kehijauan. Kandungan jeruk nipis (Chrysocolla) Palamea Bacan lebih banyak dibandingkan dengan Doko Bacan.

Jika diketahui proses kristalisasi batu bacan deko sangat cepat, maka batu bacan palamea menggunakan metode sebaliknya. Meski begitu, para kolektor masih mencari jenis permata bacan termahal dengan harga yang sangat mahal. Permata ini juga sangat populer di kalangan pecinta batu akik.

  1. Bio Solar

Ketika berbicara tentang ahli permata matahari dan batuan biologis matahari, Zulfikar, seorang ahli permata dari Sumatera Utara, mengatakan bahwa kedua permata tersebut tergolong dalam kelompok yang sama, Idocrase. Memang secara umum sebagian besar permata di Aceh tergolong jenis idocrase dan kristal.

Meski memiliki tipe yang sama, namun tetap ada perbedaan antara Rock Solar dan Bio Solar. Unsur dasar yang menjadi pembeda adalah warna dasar kedua batu tersebut. Untuk Batu Solar pada dasarnya berwarna coklat dengan warna kehijauan. Tidak hanya hijau, tetapi juga banyak batu matahari, biasanya berwarna agak oranye.

Andri Ramadhan, Wakil Ketua Asosiasi Pecinta Permata Sumatera Utara (APBPSU), mengatakan: “Soal solar, bebatuannya biasanya bening. Kalau dilihat, kapur atau lumut tidak boleh menghiasi.”

Ia melanjutkan, untuk Bio Solar Rock, warna dasarnya adalah kebalikan dari Solar Rock. Untuk bahan dasarnya, Batu Bio Solar biasanya didekorasi dengan warna dasar hijau dengan lampu polarisasi coklat. Batu bio-solar terkadang mengandung warna coklat muda.

Ia menambahkan: “Bagian dalam batu bio-solar sama persis dengan batu solar. Pada batu biasa, penampakannya harus bersih, dan tidak ada unsur lumut yang ditemukan sama sekali.”

Andri menuturkan, dalam dua batu tersebut unsur kimia Ca10Mg2Al4 (SiO4) (Si2O7) 2 (OH) 4 mengandung mineral Idocrase. Unsur inilah yang mungkin menjadi penyebab warna kecoklatan keduanya.

Bagi penggemarnya, kata Andri, pecinta permata, kolektor, dan pedagang sangat membutuhkan kedua permata ini. Diakuinya, batu akik milik Idocrase Group laris manis di pasaran.

“Batu Idocrase yang diminta di pasaran tidak hanya digunakan secara eksklusif untuk Batu Surya atau Bio SolarStones. Semua batu yang termasuk dalam jenis Idocrase antara lain Lumut Aceh, Batu Giok Es, Totol Sayur, Sungai Dareh, dll.” Tuturnya.

Bicara soal omzet, pada masa boom, omzet kedua batu ini bisa dikatakan cukup baik. Penjualan batu Idocrase sangat bagus. Pencinta permata selalu mencari jenis permata yang satu ini, tinggal kumpulkan saja bahkan sertakan dalam kompetisi permata.

Ia menjelaskan: “Saat booming kemarin, omzet kedua jenis batu ini sangat bagus. Saat itu penjualan mendominasi penjualan hingga harga mineral Idocrase tidak wajar.”

Di Medan, lanjut Andri, pasar penjualan batu masih didominasi oleh dua jenis batu. Ia mengatakan, meski perekonomian saat ini sedang lemah dan daya beli masyarakat menurun, penjualan Idocrase Solar dan Bio Solar masih cukup baik.

  1. Kalimaya Atau Black Opal

Bagi yang suka mengoleksi batu akik pasti sudah tidak asing lagi dengan batu akik kalimaya. Banyak orang yang mengatakan bahwa batu akik kalimaya telah menjadi “ratu” dari jenis batu akik lainnya karena keindahannya.

Batu akik Kalimaya tidak hanya terkenal di Indonesia saja, tetapi juga memiliki banyak penggemar di manca negara. Bahkan karena warna permata Karimaya begitu indah, seringkali dibandingkan dengan permata lain seperti zamrud dan safir.

Jika Anda pecinta batu akik, Anda wajib memasukkan batu akik Kalimaya dalam koleksi Anda. Nah, sebelum anda mulai mencari permata kalimaya, sebaiknya tentukan dulu asal usul, jenis dan manfaat permata kalimaya. Datang dan lihat

Batu Kalimaya merupakan batu alam yang banyak ditemukan di daerah sungai di daerah Rangkasbitung, tepatnya di jalan Maja di Sajira dan Cimarga di daerah Lebak Banten. Oleh karena itu, nama batu kalimaya merupakan nama lokal yang berasal dari kata “Kali Maja” atau Sungai Maja. Di saat yang bersamaan, jenis batu ini juga bisa ditemukan di banyak tempat di Indonesia, khususnya di pulau Kalimantan.

Keindahan dan khasiat bebatuan Kalimayan telah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Banyak raja dan keluarga bangsawan mengumpulkan permata ini. Bahkan catatan kuno menunjukkan bahwa sekitar 30 SM, Mark Antonius adalah seorang jenderal di Roma kuno dan pernah mempersembahkan kalimaya atau cincin opal kepada Ratu Cleopatra.

  1. Ruby Merah Delima

Ruby, atau lebih dikenal sebagai ruby, adalah salah satu permata yang paling banyak dicari oleh para kolektor atau penggemar permata. Batu permata ini merupakan salah satu batuan tertua yang menjadi sasaran banyak orang dengan berbagai kepercayaan dan mitos.

Baca Juga: Makanan Ekstrim ini Bisa Buat Anda Kehilangan Nafsu Makan

Ruby ini diklasifikasikan sebagai permata langka. Warna merah murni dari batu ini sangat kuat. Warna merah yang kuat pada batu ini memungkinkannya mempengaruhi warna media lain di sekitarnya, seperti air dalam gelas. Tingginya nilai jual permata ini juga dikarenakan jumlah permata tersebut yang relatif langka. Dibandingkan dengan batuan seperti kecubung dan bakkenite, permata ini tergolong salah satu permata langka.

Nilai kekerasan Ruby

Ruby memiliki kekerasan 9 Moss. Nilai kekerasan (hardness) merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi harga batu ruby ​​ini. Nilai ini berbanding lurus dengan beberapa batu permata lain (seperti bacan yang hanya memiliki kekerasan 2-4 dan turquoise 3-5). Kelangkaan, intensitas warna dan kekerasan ketiga permata ini akan mempengaruhi nilai keseluruhan permata di pasar perdagangan permata. Jenis batu ini dikalangan amatir dan kolektor yang mengetahui jenis batu tidak lagi disebut batu akik, melainkan permata.

Ini mencapai nilai kekerasan 9 pada skala kekerasan Mohs, dan satu-satunya permata yang melebihi nilai ini adalah berlian yang mencapai 10. Nilai kekerasan yang melekat pada berlian menjadikan permata tersebut paling mahal. Berlian bahkan digunakan sebagai bahan baku mata bor untuk ekstraksi minyak.

Warna Dari Ruby

Warna utama Ruby adalah merah. Biasanya warna yang menempel pada batuan ini berwarna merah cerah hingga merah kecoklatan. Pada jenis batu ini warna yang paling banyak dicari adalah merah tunggal dengan warna gelap (solid color). Safir jenis ini dijual dengan harga lebih tinggi dari ruby.

Ruby transparan merupakan salah satu batu permata yang dianggap terbaik dan banyak diminati. Nilai warna inilah yang memiliki pengaruh terbesar pada harga permata di pasaran. Harga batu ruby buram lebih rendah daripada ruby cerah dan memiliki transparansi yang baik. Delima dapat memiliki nilai permata hanya jika memiliki transparansi yang cukup.

  1. Kecubung

Beberapa tahun terakhir, Indonesia dilanda demam batu akik. Para kolektor juga rela pergi ke pelosok untuk mendapatkan batu akik idamannya. Di Indonesia sendiri, kecubung merupakan salah satu batu permata terpopuler dan banyak diminati oleh para kolektor.

Pasalnya, batu jenis ini dinilai memiliki keunikan dan khasiat supranatural yang luar biasa. Mulailah dengan membersihkan lingkaran cahaya, menghilangkan energi negatif, dll. Inilah tiga kecubung favorit para kolektor.

Kecubung Wulung

Batu kecubung ini merupakan salah satu batu akik yang sangat digemari para kolektor. Tidak hanya kolektor lokal, tapi juga diminati oleh kolektor luar negeri. Batu adalah salah satu batu lokal yang populer di pasar internasional. Kecubung atau kecubung oolong ini dipercaya memiliki kemampuan supranatural yang luar biasa. Ciri khasnya adalah hitam pekat dan berat.

Kecubung Air

Jika Anda sedang mencari batu kecubung yang menarik dan cantik, mungkin pilihan terbaik adalah batu akik kecubung air. Disebut kecubung karena batu akik ini memang memiliki karakteristik yang sama dengan air yaitu transparan dan mengkilat. Warnanya transparan, tetapi biasanya ada banyak perubahan corak.

Kecubung Asihan

Bagi yang belum tahu, kecubung asihan merupakan batu permata yang biasa digunakan dalam pengobatan tradisional di Indonesia. Bahkan bisa dibilang banyak metode non medis dalam penggunaan media batu permata, batu permata yang digunakan adalah kecubung. Jika dilihat lebih detail, permata ini memiliki beberapa ciri khas. Bentuknya sederhana, dengan balutan warna ungu muda hingga ungu tua sebagai warna dasar.

Pilihan sekarang ada di tangan Anda, terutama bagi para kolektor batu akik. Apakah Anda lebih tertarik pada kecubung, kecubung air, atau cinta kecubung? Banyak sekali artikel kali ini, semoga bermanfaat bagi anda dan memberikan wawasan baru.

  1. Sulaiman

Ada mitos bahwa batu jenis ini digunakan oleh Nabi Sulaiman. Jadi namanya Solomon Onyx. Jenis batu Sulaiman ini memiliki beberapa jenis, biasanya berwarna merah, kuning atau kombinasi dua warna.

Batu akik sulaiman dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Batu akik suleiman juga menjadi incaran para kolektor, seperti madu, sobat, oolong, subang, kuning, emas, hijau, biru, hitam, pankawana, susu, derajat, kurung.

Cara Mengetes 

Cara Menguji Khasiat Batu Akik Sulaiman Asli. Insya Allah adalah khasiat asli dari Batu Akik Sulaiman, dapat digunakan untuk kesehatan fisik dan mental, menyembuhkan berbagai macam penyakit, penangkal santet dan segala ilmu hitam, mendatangkan kekayaan yang kaya, mudah memperoleh kekayaan, martabat, dan membangkitkan kesaktian laduni.

Cara mengetahui Batu Akik Sulaiman Asli. Sebelum berbicara tentang batu akik sulaiman, anda harus mengetahui terlebih dahulu bahwa batu akik sulaiman termasuk dalam golongan batu akik / batu akik, dan ada banyak cara untuk mencari batu akik asli, diantaranya adalah:

  • Jika Anda melihat ijuk, maka akan terlihat ijuk batu terutama yang ringan, dan ijuk tersebut akan terlihat dengan jelas.
  • Kalau dilihat tidak akan ada gelembung seperti air, tapi ada batu akik alami, kadang akan ada gelembung, tapi masih ada serabutnya.
  • Untuk melihat seratnya, yang terbaik adalah menggunakan kaca pembesar.
  • Kalau pegang batu akik akan terasa sangat dingin, kalau dipegang lama badan akan panas, tapi saat dikeluarkan akan cepat dingin.
  • Jika Anda menyalakan rokok, Anda tidak akan meninggalkan kesan, tapi ini tidak berlaku untuk semua batu akik.
  • Jika dibakar tidak akan meleleh seperti batu akik sintetik yang terbuat dari plastik atau bahan kimia lainnya.
  • Namun metode yang langsung dan akurat untuk mengujinya di laboratorium batuan, di Indonesia sudah banyak terdapat laboratorium khusus batu akik dan permata.
  1. Badar Besi

Lencana besi hitam bukanlah jenis Bacan atau Opal yang terkenal, tapi unik. Memang dari segi kecantikan hal ini terbilang biasa saja, namun dari segi khasiatnya tidak boleh dianggap remeh.

Fakta membuktikan bahwa batu hitam ini memiliki khasiat menyembuhkan masuk angin dan efek kecantikan. Caranya sangat sederhana, sebagai obat untuk masuk angin, batu dapat digunakan untuk menggaruk, namun harap pastikan untuk menggunakan batu pipih saja.

Sedangkan untuk terapi pemandian air panas batu jenis ini harus dipanaskan dengan cara direndam dalam air hangat kemudian ditempelkan pada tubuh untuk terapi kesehatan. Agar efeknya lebih baik, silakan tambahkan sedikit garam selama pijatan.

Batu batar besi hitam, banyak manfaatnya

Konon batu yang tidak biasa ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Dimulai dengan kelelahan, pusing, otot kaku, sulit tidur, dll.

Khusus untuk badassite besi hitam, dapat juga digunakan sebagai tukak lambung dengan meminum bath lotion yang terbuat dari batu yang telah dicuci.

Batu hitam ini hanya kaya manfaat dari sungai-sungai di bawah Gunung Merapi, Yogyakarta dan beberapa gunung di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Selain untuk kesehatan, ternyata batu ini juga bisa digunakan sebagai koleksi batu akik. Ini karena Anda juga bisa memakai “lencana” dan kemudian meletakkannya di jari Anda. Atau bisa juga digunakan sebagai liontin batu atau perhiasan lainnya.

Menurut Ahmad Meneng, salah satu pemilik bijih besi hitam jenis bijih besi hitam menjelaskan bahwa batu ini sangat unik karena kandungan besinya yang tinggi. Beberapa bahkan diberi nama hematit atau magnetit,

Ini karena kandungan besinya tinggi, dan ketika mendekati magnet, ia menghasilkan gaya.